Daftar Isi [Tampil]


Tanihoki.com – Ketika kita berpikir tentang gurun, kita biasanya membayangkan wilayah luas yang tandus dengan pasir kuning yang membuat tanaman sulit untuk bertahan hidup. 

Lingkungan yang ekstrem ini mudah dihubungkan dengan kondisi hidup yang keras. Namun, di Gurun Dalat Banner di Mongolia Dalam, Tiongkok, terjadi transformasi yang luar biasa. 

Seperti diulas dalam kanal Youtube, Asia Hot Topics, mereka memelihara 1,2 juta kelinci di gurun, yang tidak hanya berhasil membalikkan proses penggurunan, tetapi juga membantu masyarakat setempat mencapai kehidupan yang makmur. 

Dalam beberapa tahun saja, lahan yang dulunya berpasir ini diubah menjadi oasis penuh kehidupan dan kehijauan. Jadi, jenis kelinci apa yang dapat menciptakan keajaiban seperti itu dalam waktu singkat? Apa cerita di balik ini?

China dulu merupakan salah satu negara dengan penggurunan paling parah di dunia dan telah lama berjuang melawan penggurunan yang erosif. Menurut data penggurunan global pada tahun 1990-an, luas lahan yang tergurun di China mencapai 1,714 juta kilometer persegi, hampir seperlima dari total luas daratan. 

Angka ini terus meningkat seiring waktu. Memasuki abad ke-21, area penggurunan China berkembang dengan laju 10.400 kilometer persegi setiap tahun. Pada tahun 2015, luas lahan tergurun di China telah berkembang menjadi 2,62 juta kilometer persegi, sepertiga dari seluruh luas daratan negara.

Menghadapi situasi yang parah ini, China tidak memilih untuk berdiam diri. Mereka tahu bahwa menanggapi dan mengendalikan penggurunan secara aktif bukan hanya tanggung jawab mereka sendiri, tetapi juga cerminan dari tanggung jawab mereka terhadap lingkungan ekologis global. 

Oleh karena itu, China meluncurkan serangkaian tindakan dan rencana untuk mencegah dan mengendalikan penggurunan. Apa saja tindakan spesifik yang diambil China untuk mengendalikan gurun?

Dimulai pada tahun 1988, ilmuwan terkenal China, Qian Xuesen, memberikan kritik mendalam terhadap strategi penghijauan gurun. Dia percaya bahwa meskipun penghijauan dan perlindungan angin serta fiksasi pasir penting, itu tidak cukup untuk secara fundamental menyelesaikan masalah penggurunan. 

Untuk mengatasi masalah gurun, kita harus memulai dari perspektif pengembangan seluruh industri dan secara organik menggabungkan padang rumput, lahan pertanian, dan peternakan untuk mencapai keberhasilan sejati dalam pengendalian penggurunan.

Gagasan ini menarik minat banyak pengusaha China. Mereka melihat potensi komersial di lahan yang tandus dan mulai mengubah teori menjadi tindakan praktis. Banyak pengusaha berbondong-bondong ke tanah yang dulu terlupakan ini untuk melakukan investasi besar-besaran. 

Mereka berencana menginvestasikan hingga 750 juta yuan untuk mendirikan basis salix seluas 300.000 acre di gurun, dan kemudian mempromosikan penghijauan 3 juta acre lahan sekitarnya.


Kelinci "Rex Hare" 


Untuk lebih mengoptimalkan kombinasi pengendalian penggurunan dan pengembangan ekonomi, para pengusaha China mulai mencari spesies hewan yang dapat mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan membantu pengendalian gurun. 

Setelah penelitian mendalam, China akhirnya memperkenalkan kelinci dari Prancis. Pada awalnya, orang-orang skeptis apakah kelinci bisa berperan dalam pengendalian penggurunan. Namun, ketika kelinci ini diperkenalkan, hasilnya segera menunjukkan keajaiban.

Kelinci yang disebut "Rex Hare" yang dibudidayakan di gurun China berasal dari Prancis dan merupakan kelinci berambut pendek besar. Jenis kelinci ini memiliki persyaratan yang sangat tinggi untuk lingkungan hidup. Mereka lebih suka kondisi hidup yang kering dan bersih, yang membuat gurun kering menjadi habitat ideal bagi mereka. 

Di gurun, Rex Hare menunjukkan kebiasaan ekologis uniknya. Mereka pandai menggali tanah mencari akar rumput dan jerami, tetapi tidak tertarik pada biji berkulit keras karena sistem pencernaan mereka tidak bisa menangani jenis makanan ini.

Aktivitas penggalian ini tidak hanya mempromosikan penggemburan tanah gurun dan meningkatkan aerasi tanah, tetapi juga membuat tanah lebih lembut dan kaya nutrisi. Pada saat yang sama, kotoran Rex Hare dan biji rumput yang tidak tercerna memberikan nutrisi yang kaya untuk vegetasi gurun. 

Semua ini membantu pertumbuhan tanaman gurun, membuat tingkat kelangsungan hidup tanaman mencapai angka mengesankan lebih dari 96%. Dapat dikatakan bahwa gurun adalah surga bagi Rex Hare, dan membudidayakan Rex Hare di gurun adalah pilihan paling bijak bagi ilmuwan China.

Yang lebih patut disebutkan adalah bahwa Rex Hare tidak hanya menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa, tetapi juga memiliki tingkat reproduksi 25 kali lipat dari hewan konvensional, dan dapat melahirkan sekitar 40 anak kelinci per tahun. 

Sejauh ini, China telah membudidayakan lebih dari 1,2 juta kelinci di gurun, membuat pengelolaan gurun lebih mudah. Selain memainkan peran kunci dalam alam, Rex Hare juga menjadi makanan lezat di meja, dan bulu kelincinya adalah bahan berkualitas tinggi untuk membuat pakaian mewah seperti mantel bulu.

Salix, tanaman yang tumbuh di gurun, tidak hanya secara efektif memperbaiki pasir dan mencegah angin, tetapi juga menyediakan sumber makanan kaya nutrisi bagi Rex Hare. Kombinasi kehutanan, padang rumput, dan pertanian gurun ini telah menciptakan rantai industri terpadu yang saling menguntungkan, mencapai tujuan ganda perlindungan ekologi dan pengembangan ekonomi.

Dengan ekspansi skala pembiakan Rex Hare, vegetasi gurun telah pulih secara signifikan, membentuk beberapa oasis. Ini tidak hanya memperbaiki lingkungan ekologis gurun, tetapi juga memperindah lanskap alam. 

Pencapaian ini membuat pengelolaan gurun China dipilih sebagai "Zona Demonstrasi Ekonomi Ekologi Gurun Global" oleh Program Lingkungan PBB. Pada tahun 2021, luas hutan dan padang rumput di area gurun telah meningkat secara signifikan, tingkat cakupan vegetasi melonjak dari kurang dari 3% beberapa dekade lalu menjadi 84,7%, dan gurun telah berubah menjadi oasis.

Kini, pembiakan Rex Hare telah menjadi industri unggulan bagi masyarakat setempat, dengan pendapatan tahunan rata-rata petani mencapai sekitar 20.000 USD. Diperkirakan pada tahun 2025, jumlah kelinci yang dibudidayakan di gurun China akan melebihi 1,8 juta. Selain itu, rantai industri yang terdiversifikasi dengan pusat pembiakan ekologi dan budaya pariwisata juga memberikan dukungan kuat bagi pengembangan ekonomi lokal.

Memasuki era baru, China telah memanfaatkan sepenuhnya teknologi big data dan drone dalam proses pengendalian penggurunan, dan mendirikan "Belt and Road" Desert Green Economic Innovation Center. Metode inovatif ini telah secara efektif memperbaiki lingkungan gurun, menjadikannya model pengelolaan gurun di China. 

Upaya terus-menerus China dalam penghijauan tidak hanya untuk pemulihan lingkungan ekologis, tetapi juga berdasarkan wawasan mendalam tentang potensi ekonomi hijau. Strategi ini, yang menggabungkan perlindungan lingkungan dan pengembangan ekonomi, telah membawa manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat China, dan juga memenangkan pengakuan dan pujian luas di seluruh dunia.

Post a Comment