Daftar Isi [Tampil]


Hai Sobat Tani! Pernah dengar tentang raised beds? Kalau kamu penasaran apa itu raised beds dan kenapa banyak orang, terutama para penghobi kebun dan petani urban, semakin tertarik menggunakannya, kamu datang ke tempat yang tepat! 

Di sini, di Tanihoki, kita akan ngobrol santai tentang semua yang perlu kamu tahu mengenai raised beds.

Apa Itu Raised Beds?

Jadi, raised beds itu apa sih? Simplenya, raised beds adalah "tempat tidur" untuk tanamanmu yang dibangun lebih tinggi dari permukaan tanah aslinya. Bayangkan seperti kamu membuat kotak besar, bisa dari kayu, batu, atau bahan lain, lalu mengisinya dengan tanah subur dan kompos. Nah, di dalam kotak itulah kamu menanam berbagai tanaman, mulai dari sayur-sayuran, bunga, hingga rempah-rempah.


Kenapa Raised Beds?

Nah, pertanyaannya sekarang, kenapa sih harus repot-repot bikin raised beds? Ada beberapa alasan keren, Sobat Tani:

  • Kontrol Tanah yang Lebih Baik: Di raised beds, kamu bisa mengontrol komposisi tanahnya sesuai kebutuhan tanaman. Jadi, tanamanmu bisa tumbuh lebih subur karena mendapatkan nutrisi yang tepat.
  • Drainase yang Oke Punya: Masalah genangan air? Bisa diatasi dengan raised beds karena airnya lebih mudah diserap dan mengalir.
  • Bye-bye Hama: Beberapa hama nggak terlalu suka dengan 'benteng' yang dibuat oleh raised beds, jadi tanamanmu bisa lebih terlindungi.
  • Ergonomis: Nggak perlu bungkuk-bungkuk terus saat berkebun, karena raised beds membuatmu lebih nyaman saat menanam atau memanen.

Raised beds itu solusi cerdas buat kamu yang pengen berkebun tapi terbatas oleh lahan atau kondisi tanah yang kurang ideal. Selain praktis dan efisien, raised beds juga bisa jadi proyek DIY yang menyenangkan loh, Sobat Tani. Yuk, mulai berkebun dengan raised beds dan lihat betapa mudahnya mendapatkan hasil bumi yang melimpah dari kebun mini di rumahmu!


Kekurangan Menggunakan Raised Beds


Meskipun menggunakan raised beds memiliki banyak keuntungan, ada juga beberapa kekurangan yang perlu Sobat Tani pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membuatnya di kebun sendiri, khususnya untu pertanian urban. Yuk, kita ulas apa saja sih kekurangannya:

  1. Biaya Awal yang Tinggi: Untuk memulai, Sobat Tani perlu investasi awal untuk membeli material pembuatan bed seperti kayu, batu, atau bahan lain, serta tanah dan kompos. Ini bisa jadi lebih mahal dibandingkan dengan metode berkebun langsung di tanah.
  2. Perlu Perawatan Lebih: Tanah di dalam raised beds cenderung cepat kering, terutama saat cuaca panas. Ini berarti Sobat Tani perlu menyiram tanaman lebih sering. Selain itu, bahan pembuat bed seperti kayu mungkin perlu perawatan atau penggantian setelah beberapa tahun karena terkena air dan cuaca.
  3. Pembatasan Jenis Tanaman: Beberapa tanaman yang memiliki akar panjang mungkin tidak cocok ditanam di raised beds, terutama jika kedalamannya terbatas. Ini bisa membatasi jenis tanaman yang bisa Sobat Tani tanam.
  4. Pengelolaan Hama dan Penyakit: Meskipun raised beds dapat membantu mengurangi serangan hama tertentu, bed yang terlalu dekat satu sama lain bisa memudahkan penyakit menyebar antar tanaman. Sobat Tani perlu lebih waspada dalam mengelola hama dan penyakit.
  5. Keterbatasan Ruang: Jika Sobat Tani hanya memiliki ruang terbatas, membuat raised beds bisa mengurangi area yang tersedia untuk jenis kegiatan berkebun lainnya. Ini karena struktur raised beds memakan lebih banyak ruang daripada tanaman yang ditanam langsung di tanah.
  6. Mengundang Gulma: Meskipun lebih mudah dikelola, tanah di raised beds juga bisa menjadi tempat tumbuhnya gulma, terutama jika Sobat Tani menggunakan kompos atau tanah yang belum sepenuhnya bebas dari biji gulma.

Walaupun ada beberapa kekurangan, banyak dari masalah ini dapat diatasi dengan perencanaan dan perawatan yang baik. Misalnya, memilih bahan yang tahan lama dan ramah lingkungan untuk bed, menyiram dengan sistem irigasi tetes untuk menghemat air, atau memilih kedalaman bed yang sesuai dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Sobat Tani, penting untuk menimbang baik-baik kelebihan dan kekurangan sebelum memutuskan apakah raised beds adalah pilihan yang tepat untuk kebunmu.


Langkah-Langkah Membuat Raised Beds


Membuat raised beds bisa jadi proyek DIY yang menyenangkan dan memuaskan untuk Sobat Tani. Apalagi untuk kalian yang tinggal di perkotaan dan hanya punya tanah pekarangan sempit, ini tentunya bisa jadi urban farming yang meneynangkan. Berikut ini langkah-langkah untuk membuat raised beds yang bisa langsung kamu terapkan di kebunmu:


1. Rencanakan dan Ukur Area

Pertama-tama, tentukan lokasi untuk raised beds kamu. Pilih area yang mendapatkan sinar matahari cukup, minimal 6 jam sinar matahari langsung setiap harinya. Ukur dan tandai area tersebut sesuai dengan ukuran raised beds yang kamu inginkan. Biasanya, lebar 4 kaki (sekitar 120 cm) adalah ukuran ideal agar kamu bisa menjangkau ke tengah bed tanpa harus melangkah masuk.

2. Pilih Material

Kamu bisa menggunakan berbagai jenis material untuk membuat frame raised beds, seperti kayu, batu bata, blok beton, atau bahkan pipa PVC. Jika menggunakan kayu, pilih jenis yang tahan lama dan tidak mudah membusuk seperti cedar atau redwood.

3. Buat atau Pasang Frame

Setelah memilih material, saatnya membuat atau memasang frame. Jika menggunakan kayu, potong sesuai dengan ukuran yang kamu inginkan dan pasang dengan sekrup atau paku untuk membuat kotak. Pastikan frame yang kamu buat stabil dan kuat.

4. Siapkan Tanah

Sebelum mengisi frame dengan tanah, bersihkan area di dalamnya dari rumput dan gulma. Kamu juga bisa meletakkan lapisan kardus atau kain lansekap di bagian bawah untuk mencegah gulma tumbuh dari bawah.

5. Isi dengan Tanah

Isi frame dengan campuran tanah, kompos, dan mungkin sedikit pasir untuk drainage yang baik. Pastikan kamu mengisi hingga hampir penuh, karena tanah akan sedikit mengendap setelah beberapa waktu.

6. Tanam Tanamanmu

Setelah tanah siap, kamu bisa mulai menanam. Atur tanaman atau benihmu sesuai dengan rencana tata letak yang kamu inginkan. Pastikan untuk memberikan jarak yang cukup antar tanaman agar mereka memiliki ruang untuk tumbuh.

7. Siram dengan Baik

Setelah menanam, berikan tanamanmu penyiraman yang baik. Penyiraman awal ini penting untuk membantu tanaman menetap di tempat barunya.

8. Pemeliharaan

Terakhir, jangan lupa untuk terus memantau dan merawat raised beds kamu. Ini termasuk penyiraman rutin, pemupukan sesuai kebutuhan, dan pengendalian hama serta penyakit.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Sobat Tani bisa memiliki raised beds yang siap menjadi rumah baru untuk tanaman-tanamanmu. Raised beds tidak hanya membuat kebunmu terlihat lebih rapi dan terorganisir, tapi juga membantu meningkatkan produktivitas tanaman. Selamat berkebun!

Post a Comment